Getuk: Jajanan Tradisional dari Singkong yang Legit

Dipublikasikan 2026-05-11Diperbarui 2026-05-117 menit bacaTim Kuliner Tiap Saat
Getuk: Jajanan Tradisional dari Singkong yang Legit

Getuk adalah jajanan tradisional Jawa yang terbuat dari singkong kukus yang ditumbuk halus lalu dicampur dengan gula dan kelapa parut. Camilan ini memiliki tekstur yang lembut, kenyal, dan rasa manis yang pas di lidah. Getuk menjadi salah satu oleh-oleh khas yang selalu dicari wisatawan saat berkunjung ke kota-kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Menurut pengalaman dapur kami, resep tradisional Indonesia paling sering gagal bukan karena bumbu kurang, tapi karena suhu masakan tidak terkontrol.

Kelebihan getuk terletak pada bahan dasarnya yang sederhana dan mudah ditemukan. Singkong sebagai bahan utama tersedia melimpah di seluruh Indonesia. Proses pembuatannya pun tidak memerlukan alat khusus sehingga bisa dilakukan di rumah.

Artikel ini akan membahas segala hal tentang getuk mulai dari jenisnya hingga cara membuatnya. Temukan berbagai variasi getuk dari tradisional hingga modern yang siap menggugah selera Anda.

Apa Itu Getuk?

Getuk adalah makanan tradisional Jawa yang berbahan dasar singkong yang telah dikukus kemudian ditumbuk. Setelah ditumbuk halus, singkong dicampur dengan gula pasir atau gula merah dan kelapa parut. Hasilnya adalah camilan bertekstur lembut dengan rasa manis yang alami.

Getuk sudah dikenal sejak zaman kerajaan Jawa sebagai makanan rakyat sehari-hari. Singkong yang menjadi bahan baku tumbuh subur di tanah Jawa dan mudah didapat. Kesederhanaan bahan dan proses pembuatan membuat getuk menjadi camilan yang sangat merakyat.

Di berbagai daerah getuk memiliki nama dan variasi yang berbeda-beda. Di Jawa Tengah dikenal getuk lindri yang berbentuk mie warna-warni. Di Purwokerto terkenal getuk goreng Sokaraja yang menjadi ikon kuliner daerah tersebut seperti halnya makanan tradisional lainnya di Nusantara.

Getuk tradisional dari singkong
Getuk tradisional yang lembut dan manis dari singkong pilihan

Jenis-Jenis Getuk yang Populer

Getuk lindri adalah jenis getuk yang paling populer di Jawa Tengah. Bentuknya menyerupai mie atau cacing yang dihasilkan dari cetakan khusus. Warnanya biasanya hijau, merah muda, dan putih yang dihias dengan kelapa parut.

Getuk goreng berasal dari Sokaraja, Purwokerto yang memiliki tekstur renyah di luar dan lembut di dalam. Getuk digoreng dalam minyak panas hingga keemasan. Rasanya gurih manis dan menjadi oleh-oleh wajib dari Banyumas.

Getuk pisang menggabungkan singkong dengan pisang matang untuk rasa yang lebih kompleks. Ada juga getuk ubi ungu yang memiliki warna cantik dan rasa yang sedikit berbeda. Setiap jenis getuk memiliki penggemar setianya masing-masing.

Jenis Getuk Asal Daerah Ciri Khas Cara Penyajian
Getuk Lindri Jawa Tengah Bentuk mie warna-warni Ditaburi kelapa parut
Getuk Goreng Sokaraja Digoreng renyah Langsung dimakan
Getuk Trio Magelang Tiga warna berlapis Dipotong kotak
Getuk Pisang Berbagai Campuran singkong-pisang Dibungkus daun pisang
Getuk Ubi Ungu Modern Warna ungu alami Berbagai bentuk

Getuk Goreng Sokaraja yang Legendaris

Getuk goreng Sokaraja menjadi ikon kuliner Banyumas yang sudah terkenal sejak tahun 1918. Getuk ini dibuat dari singkong pilihan yang ditumbuk halus lalu dicampur gula kelapa. Setelah dicetak persegi, getuk digoreng dalam minyak panas hingga renyah keemasan.

Tekstur getuk goreng yang unik menjadi daya tarik utamanya. Bagian luar yang renyah kontras dengan bagian dalam yang lembut dan legit. Rasa manis dari gula kelapa memberikan sentuhan berbeda dari getuk biasa.

Beberapa merek getuk goreng Sokaraja yang terkenal antara lain Yu Tum dan Hj. Tohirin. Produk mereka sudah dikirim ke berbagai kota di Indonesia sebagai oleh-oleh. Getuk goreng bisa bertahan 3-5 hari tanpa pengawet berkat proses penggorengan yang mengurangi kadar air.

Bahan dan Alat untuk Membuat Getuk

Bahan utama getuk adalah singkong segar yang sudah dikupas dan dipotong. Pilih singkong yang masih muda dan berwarna putih bersih untuk hasil terbaik. Singkong tua cenderung berserat dan sulit ditumbuk halus.

Gula pasir atau gula merah digunakan sebagai pemanis sesuai selera. Kelapa parut segar ditambahkan untuk rasa gurih dan tekstur yang menarik. Sedikit garam menyeimbangkan rasa manis agar tidak berlebihan.

Pewarna makanan alami seperti daun pandan atau daun suji bisa ditambahkan untuk variasi warna. Alat yang dibutuhkan cukup sederhana yaitu dandang, alu, dan cetakan. Bahan-bahan ini mirip dengan yang digunakan untuk membuat bolu kukus dan kue talam.

Bahan-bahan untuk membuat getuk
Singkong segar menjadi bahan utama pembuatan getuk

Cara Membuat Getuk Tradisional

Kupas singkong dan potong menjadi beberapa bagian lalu kukus selama 20-30 menit. Singkong yang sudah matang ditandai dengan tekstur yang lembut saat ditusuk garpu. Angkat dan buang bagian tengah singkong yang keras jika ada.

Tumbuk singkong kukus selagi masih panas menggunakan alu atau ulekan besar. Tambahkan gula sedikit demi sedikit sambil terus ditumbuk hingga halus dan merata. Proses menumbuk membutuhkan waktu 10-15 menit untuk hasil yang benar-benar lembut.

Setelah halus, bentuk getuk sesuai selera lalu gulingkan di atas kelapa parut. Getuk siap disajikan dan dinikmati selagi hangat atau suhu ruang. Simpan dalam wadah tertutup jika ingin disimpan untuk dimakan nanti.

Resep Getuk Lindri Warna-Warni

Getuk lindri membutuhkan cetakan khusus berbentuk tabung berlubang kecil. Bagi adonan getuk menjadi 3 bagian dan beri pewarna berbeda pada setiap bagian. Warna klasik getuk lindri adalah hijau pandan, merah muda, dan putih polos.

Tekan adonan getuk melalui cetakan agar berbentuk mie atau cacing panjang. Potong getuk lindri sepanjang 5-7 cm lalu tata di atas piring. Taburi kelapa parut yang sudah dicampur sedikit garam di atasnya.

Getuk lindri paling enak dinikmati sebagai camilan sore bersama secangkir teh hangat. Teksturnya yang lembut dan rasa manisnya yang pas membuatnya sangat adiktif. Jajanan ini sering hadir di acara-acara tradisional dan pasar jajanan.

Variasi Getuk Modern yang Kekinian

Getuk modern hadir dengan berbagai rasa baru seperti cokelat, matcha, dan red velvet. Pembuat getuk kreatif menambahkan bubuk kakao atau matcha ke dalam adonan. Hasilnya adalah getuk dengan tampilan cantik dan rasa yang lebih kompleks.

Beberapa brand getuk modern mengemas produknya dalam kotak elegan sebagai hadiah. Kemasan yang menarik membuat getuk bisa menjadi oleh-oleh premium. Harganya memang lebih tinggi namun kualitas dan presentasinya juga lebih baik.

Getuk ice cream menggabungkan getuk tradisional dengan es krim vanilla atau cokelat. Perpaduan hangat dan dingin menciptakan sensasi yang unik. Inovasi seperti ini membuat getuk tetap relevan di kalangan generasi muda yang juga menyukai es campur dan es kuwut.

Kandungan Gizi Getuk

Singkong sebagai bahan utama getuk kaya akan karbohidrat yang menjadi sumber energi. Satu porsi getuk mengandung sekitar 150-200 kalori tergantung jumlah gula. Kelapa parut menambahkan lemak sehat dan serat dalam jumlah moderat.

Singkong juga mengandung vitamin C, vitamin B, dan mineral seperti kalium. Getuk yang menggunakan gula merah lebih sehat karena mengandung mineral alami. Konsumsi getuk dalam porsi wajar bisa menjadi sumber energi yang baik.

Bagi yang sedang diet, pilih getuk dengan sedikit gula atau gunakan pemanis alami. Hindari getuk goreng yang mengandung kalori lebih tinggi dari proses penggorengan. Getuk kukus biasa tetap menjadi pilihan camilan sehat yang memuaskan.

Getuk lindri warna-warni dengan kelapa parut
Getuk lindri warna-warni yang cantik dan menggugah selera

Getuk sebagai Oleh-Oleh Khas Jawa

Getuk goreng Sokaraja menjadi oleh-oleh nomor satu dari Purwokerto dan Banyumas. Kemasannya yang praktis dan daya tahan yang cukup baik membuatnya cocok dibawa perjalanan. Rasanya yang unik selalu membuat penerima oleh-oleh terkesan.

Di Magelang dan Salatiga, getuk trio menjadi oleh-oleh populer bagi wisatawan. Getuk dengan tiga warna berlapis ini memiliki tampilan yang menarik. Harganya pun sangat terjangkau sehingga bisa dibeli dalam jumlah banyak.

Beberapa toko oleh-oleh modern juga menjual getuk dalam kemasan vacuum sealed. Kemasan ini memperpanjang umur simpan getuk hingga 7-14 hari. Anda bisa membeli getuk di toko kue terdekat atau memesan secara online untuk kemudahan.

Pertanyaan Umum Seputar Getuk

Berapa lama getuk bisa bertahan?

Getuk biasa bertahan 1-2 hari di suhu ruang dan 3-5 hari di kulkas. Getuk goreng lebih tahan lama sekitar 3-5 hari tanpa kulkas. Simpan dalam wadah kedap udara untuk menjaga kelembutan dan rasanya.

Bisakah getuk dibuat dari ubi jalar?

Ya, getuk bisa dibuat dari ubi jalar sebagai pengganti singkong. Ubi jalar ungu menghasilkan warna yang cantik tanpa pewarna tambahan. Rasanya juga sedikit lebih manis dibanding getuk singkong biasa.

Mengapa getuk saya keras dan tidak lembut?

Penyebab utama adalah singkong yang kurang matang atau proses menumbuk yang kurang lama. Pastikan singkong dikukus hingga benar-benar empuk. Tumbuk selagi masih panas dan tambahkan sedikit margarin jika perlu agar lebih lembut.

Apa perbedaan getuk dan klepon?

Getuk terbuat dari singkong sedangkan klepon terbuat dari tepung ketan. Klepon berbentuk bulat dengan isian gula merah cair di dalamnya. Getuk memiliki tekstur yang lebih padat sedangkan klepon lebih kenyal dan elastis.

Getuk goreng bisa digoreng ulang tidak?

Ya, getuk goreng yang sudah dingin bisa digoreng ulang sebentar untuk mengembalikan kerenyahannya. Goreng dengan api sedang selama 1-2 menit saja. Jangan terlalu lama karena bisa membuat bagian dalam menjadi keras.

Berapa harga getuk di pasaran?

Getuk biasa dijual mulai kisaran harga bervariasi di pasar tradisional. Getuk goreng Sokaraja berkisar kisaran harga bervariasi. Getuk modern premium bisa mencapai kisaran harga bervariasi tergantung merek.

Singkong jenis apa yang terbaik untuk getuk?

Singkong mentega atau singkong gajah yang masih muda paling cocok untuk getuk. Jenis ini memiliki kadar air yang pas dan tekstur yang lembut setelah dikukus. Hindari singkong yang sudah tua karena berserat dan sulit ditumbuk halus.

Getuk adalah warisan kuliner Jawa yang sederhana namun selalu memikat hati pecinta jajanan tradisional. Dengan bahan yang murah dan cara membuat yang mudah, getuk bisa menjadi camilan rumahan yang menyenangkan. Jangan lupa coba juga kue lumpur, putu ayu, dadar gulung, dan sagu keju untuk koleksi jajanan tradisional Anda.

Tentang Penulis

Tim Kuliner Tiap Saat

Tim redaksi Kuliner Tiap Saat menulis dan mengkurasi panduan kuliner Indonesia, resep rumahan, serta rekomendasi tempat makan berdasarkan riset menu, bahan, dan kebiasaan makan lokal.

Lihat profil penulis
Tags:getukkuliner indonesiamakanan indonesia
Bagikan: