Putu mayang adalah jajanan tradisional Indonesia berbentuk gulungan seperti mi atau benang yang berwarna-warni, dibuat dari tepung beras dan tepung kanji lalu dikukus, kemudian disiram kuah kinca dari gula merah dan santan. Teksturnya yang kenyal lembut berpadu dengan kuah manis legit yang gurih membuat kue ini selalu dirindukan, baik sebagai sajian pasar tradisional maupun camilan rumahan di sore hari.
Banyak orang mengira putu mayang sulit dibuat karena bentuknya yang khas seperti gulungan mi. Padahal, dengan cetakan putu mayang sederhana atau bahkan plastik segitiga, siapa saja bisa membuatnya di rumah. Kuncinya ada pada keseimbangan tepung beras dan tepung kanji serta cara menyeduh adonan agar hasilnya kalis dan kenyal, tidak keras atau lembek.
Artikel ini membahas putu mayang secara tuntas, mulai dari asal-usul, takaran bahan yang tepat, cara membuat langkah demi langkah, rahasia agar kenyal, variasi warna dan rasa, hingga cara menyimpan. Kue ini cocok disandingkan dengan jajanan basah lain seperti bubur sumsum dan es cendol untuk sajian yang lengkap.
Mengenal Putu Mayang dan Asal-Usulnya
Putu mayang merupakan kue basah tradisional yang umum dijumpai di Pulau Jawa, terutama dalam tradisi kuliner Betawi dan Sunda. Nama "mayang" merujuk pada bentuk gulungannya yang halus menyerupai untaian benang, sementara "putu" sering dipakai untuk menyebut jajanan berbahan dasar tepung beras. Kue ini biasa dijual di pasar tradisional pada pagi hari bersama aneka kue basah lain.
Secara bentuk, putu mayang dikenal sebagai gulungan mi tipis berwarna-warni, paling sering hijau, merah muda, dan putih. Warna-warna cerah ini dulunya berasal dari pewarna alami seperti daun suji untuk hijau dan disajikan di atas daun pisang. Penyajian dengan kuah kinca, yaitu saus dari gula merah dan santan, adalah ciri yang membedakannya dari kue gulung tepung beras lainnya.
Sebagai jajanan pasar, putu mayang termasuk dalam keluarga kue basah Indonesia yang sangat luas. Ia bersaudara dekat dengan banyak makanan tradisional berbahan tepung beras dan santan, seperti serabi dan kue talam. Kelezatannya yang sederhana namun memikat membuat putu mayang tetap bertahan di tengah gempuran kue modern.
Bahan-Bahan Putu Mayang dan Kuah Kinca
Untuk membuat sekitar 12-15 buah putu mayang, siapkan bahan adonan berikut: 200 gram tepung beras, 50 gram tepung kanji atau tepung sagu, 350 ml santan sedang, setengah sendok teh garam, 1 lembar daun pandan, dan pewarna alami secukupnya. Perbandingan tepung beras dan kanji yang ideal adalah 4 banding 1 agar hasilnya kenyal namun tetap berbentuk dan tidak terlalu keras.
Untuk kuah kinca, siapkan 150 gram gula merah yang disisir halus, 50 gram gula pasir, 300 ml santan kental, 1 lembar daun pandan, dan sejumput garam. Gula pasir membantu menyeimbangkan rasa dan membuat kuah sedikit lebih bening, sementara santan kental memberikan rasa gurih yang khas. Pilih gula merah yang aromanya wangi agar kuah kinca lebih sedap.
Untuk warna alami, daun suji yang ditumbuk dengan sedikit air memberikan warna hijau yang cantik, sementara air buah naga merah bisa dipakai untuk warna merah muda. Jika ingin praktis, pewarna makanan food grade juga aman digunakan dalam jumlah sedikit. Daun pandan pada kedua adonan berfungsi menambah aroma harum yang menggugah selera, mirip aroma pada putu ayu.
| Bahan | Takaran Adonan | Fungsi |
|---|---|---|
| Tepung beras | 200 gram | Tekstur lembut dan badan adonan |
| Tepung kanji/sagu | 50 gram | Memberi kekenyalan |
| Santan sedang | 350 ml | Cairan dan rasa gurih |
| Garam | 1/2 sdt | Penyeimbang rasa |
| Daun pandan | 1 lembar | Aroma harum |
| Pewarna alami | Secukupnya | Warna cerah menarik |
Cara Membuat Putu Mayang Step by Step
Langkah pertama, campur tepung beras dan garam di dalam panci, lalu tuang santan sambil diaduk hingga rata dan tidak bergerindil. Masukkan daun pandan, kemudian masak adonan di atas api kecil sambil terus diaduk hingga mengental dan menjadi bubur yang licin selama sekitar 5-7 menit. Tahap menyeduh ini penting agar adonan matang sebagian dan mudah dicetak.
Setelah adonan mengental, angkat dan biarkan uap panasnya berkurang sebentar. Masukkan tepung kanji ke dalam adonan hangat, lalu uleni dengan spatula atau tangan beralas sarung tangan hingga kalis dan bisa dibentuk. Bagi adonan menjadi beberapa bagian, lalu beri pewarna alami sesuai selera, misalnya hijau dari daun suji dan merah muda dari air buah naga.
Masukkan adonan ke dalam cetakan putu mayang atau plastik segitiga yang ujungnya digunting kecil. Semprotkan atau tekan adonan membentuk gulungan melingkar di atas potongan daun pisang atau loyang yang dialasi baking paper. Kukus putu mayang dalam dandang yang sudah panas dengan api sedang selama 10-15 menit hingga matang. Tutup dandang dilapisi serbet agar uap air tidak menetes ke kue.
Membuat Kuah Kinca yang Kental dan Legit
Kuah kinca adalah jiwa dari putu mayang, jadi pembuatannya tidak boleh asal. Mulai dengan merebus 150 gram gula merah sisir, 50 gram gula pasir, dan sekitar 100 ml air bersama 1 lembar daun pandan hingga gula larut sempurna. Saring larutan gula ini untuk membuang kotoran atau ampas dari gula merah agar kuah bersih dan halus.
Tuang kembali larutan gula yang sudah disaring ke dalam panci, lalu tambahkan 300 ml santan kental dan sejumput garam. Masak dengan api kecil sambil terus diaduk perlahan agar santan tidak pecah. Aduk searah dengan gerakan tenang hingga kuah sedikit mengental dan muncul gelembung kecil, biasanya butuh sekitar 5-8 menit.
Jika menginginkan kuah kinca yang lebih kental, larutkan setengah sendok teh tepung maizena dengan sedikit air lalu masukkan ke dalam kuah sambil diaduk cepat. Bahan pengental seperti tepung maizena membantu kuah lebih nempel di gulungan putu mayang. Sajikan kuah kinca hangat atau suhu ruang, disiram di atas putu mayang saat akan disantap.
Tips agar Putu Mayang Kenyal dan Tidak Keras
Rahasia utama putu mayang yang kenyal terletak pada perbandingan tepung dan teknik menyeduh. Tepung kanji adalah kunci kekenyalan, tetapi jangan berlebihan karena bisa membuat kue terlalu liat dan lengket. Perbandingan 4 bagian tepung beras dan 1 bagian tepung kanji sudah memberi hasil yang ideal: lembut, kenyal, dan tetap berbentuk gulungan rapi.
Proses menyeduh adonan dengan santan panas di atas api juga sangat menentukan. Adonan yang diseduh sampai mengental seperti bubur akan menghasilkan tekstur yang lebih kenyal dibandingkan adonan yang hanya dicampur mentah. Yang sering bikin gagal adalah menyeduh terlalu sebentar sehingga adonan masih encer dan sulit dicetak rapi.
Tipsnya, kukus putu mayang segera setelah dicetak agar bentuk gulungannya tidak melebar. Gunakan api sedang yang stabil, bukan api besar, supaya kue matang merata tanpa retak. Jangan mengukus terlalu lama karena bisa membuat putu mayang menjadi keras dan kehilangan kelembutannya. Patokan 10-15 menit sudah cukup untuk gulungan berukuran sedang.
Variasi Warna dan Rasa Putu Mayang
Putu mayang klasik biasanya tampil dalam tiga warna: hijau, merah muda, dan putih. Namun Anda bisa berkreasi dengan warna lain seperti ungu dari ubi ungu, kuning dari kunyit atau labu, dan cokelat muda dari gula merah yang dicampur ke dalam adonan. Kombinasi beberapa warna dalam satu piring membuat tampilan putu mayang semakin menggugah selera.
Dari sisi bahan tepung, ada dua aliran resep yang populer. Versi tepung beras dominan menghasilkan tekstur lembut khas kue basah, sementara versi dengan porsi tepung kanji lebih banyak menghasilkan tekstur kenyal kenyot yang lebih mirip cendol padat. Anda bisa memilih sesuai selera, atau menggabungkan keduanya untuk tekstur seimbang.
Untuk rasa, beberapa orang menambahkan sedikit pasta pandan atau vanila ke adonan agar lebih harum. Ada juga yang menyajikan putu mayang tanpa kuah kinca, melainkan dengan parutan kelapa dan gula seperti penyajian getuk atau kue gulung lainnya. Untuk sajian berbeda, padukan dengan jajanan manis seperti dadar gulung dan kue apem dalam satu nampan kue tradisional.
Cara Menyimpan Putu Mayang Agar Tetap Lembut
Sebagai kue basah, putu mayang paling enak disantap pada hari yang sama saat dibuat. Pada suhu ruang, putu mayang umumnya bertahan sekitar 1 hari sebelum teksturnya mulai mengeras karena kandungan santannya. Simpan di wadah tertutup dan jauhkan dari paparan udara langsung agar permukaannya tidak cepat kering.
Jika ingin menyimpan lebih lama, masukkan putu mayang ke dalam wadah kedap udara lalu simpan di kulkas hingga 2-3 hari. Kuah kinca sebaiknya disimpan terpisah di wadah lain agar gulungan tidak menjadi terlalu basah dan lembek. Pisahkan keduanya hingga saat akan disajikan kembali.
Putu mayang yang disimpan di kulkas biasanya mengeras. Untuk mengembalikan kelembutannya, kukus kembali selama 3-5 menit hingga hangat dan kenyal lagi. Hangatkan kuah kinca secara terpisah dengan api kecil sambil diaduk agar santan tidak pecah. Cara ini menjaga putu mayang tetap nikmat seperti baru, sama seperti menghangatkan kembali bolu kukus yang dingin.
Kesalahan Umum Saat Membuat Putu Mayang
Kesalahan pertama yang paling sering terjadi adalah salah perbandingan tepung. Terlalu banyak tepung kanji membuat putu mayang menjadi liat dan lengket di gigi, sementara terlalu sedikit membuatnya gampang hancur dan tidak kenyal. Selalu timbang bahan dengan tepat dan ikuti perbandingan tepung beras dengan kanji sekitar 4 banding 1.
Kesalahan kedua adalah tidak menyeduh adonan dengan benar. Banyak yang langsung mencampur tepung dengan santan dingin tanpa dimasak, sehingga adonan encer dan tidak bisa membentuk gulungan rapi. Adonan harus dimasak dulu hingga mengental seperti bubur agar bertekstur pas saat dicetak dan dikukus.
Kesalahan ketiga sering muncul pada kuah kinca, yaitu santan yang pecah karena dimasak dengan api terlalu besar atau kurang diaduk. Santan pecah membuat kuah berminyak dan tidak menyatu. Masak kuah dengan api kecil dan aduk perlahan secara terus-menerus. Hindari pula menyiram kuah jauh sebelum disantap karena gulungan akan menyerap kuah dan menjadi lembek.
Pertanyaan Umum Seputar Putu Mayang
Putu mayang terbuat dari apa?
Putu mayang terbuat dari campuran tepung beras dan tepung kanji atau sagu yang diseduh dengan santan, lalu dicetak berbentuk gulungan seperti mi dan dikukus. Penyajiannya disiram kuah kinca dari gula merah dan santan yang manis dan gurih.
Bagaimana cara mencetak putu mayang tanpa cetakan khusus?
Anda bisa menggunakan plastik segitiga atau kantong plastik tebal yang ujungnya digunting kecil. Masukkan adonan, lalu tekan membentuk gulungan melingkar di atas daun pisang atau loyang. Spuit kue dengan lubang bintang juga bisa dipakai sebagai alternatif.
Mengapa putu mayang saya keras dan tidak kenyal?
Penyebab umumnya adalah kurangnya tepung kanji, adonan yang tidak diseduh hingga mengental, atau waktu mengukus yang terlalu lama. Pakai perbandingan tepung beras dan kanji 4 banding 1, seduh adonan sampai jadi bubur, dan kukus cukup 10-15 menit saja.
Apa itu kuah kinca pada putu mayang?
Kuah kinca adalah saus manis dari gula merah, gula pasir, dan santan yang dimasak hingga sedikit kental. Kuah inilah yang memberi rasa manis legit dan gurih khas pada putu mayang. Kinca juga umum dipakai pada kue tradisional lain berbahan santan.
Berapa lama putu mayang bisa bertahan?
Pada suhu ruang putu mayang bertahan sekitar 1 hari. Disimpan dalam wadah kedap udara di kulkas, kue bisa bertahan 2-3 hari. Simpan kuah kinca terpisah dan kukus kembali putu mayang 3-5 menit sebelum disajikan agar lembut lagi.
Apa beda putu mayang dengan putu ayu?
Putu mayang berbentuk gulungan seperti mi dari tepung beras dan kanji yang disiram kuah kinca, sedangkan putu ayu adalah kue kukus berbentuk bunga dari adonan telur dan tepung terigu yang ditaburi kelapa parut. Keduanya berbeda bahan, bentuk, dan rasa meski namanya mirip.
Bagaimana agar kuah kinca tidak pecah?
Masak kuah dengan api kecil dan aduk perlahan terus-menerus searah agar santan tidak pecah. Tambahkan sejumput garam untuk menstabilkan rasa, dan jangan biarkan kuah mendidih terlalu kuat. Jika ingin lebih kental, tambahkan larutan maizena tipis.
Putu mayang membuktikan bahwa jajanan tradisional sederhana bisa menghadirkan kelezatan yang tak lekang oleh waktu. Dengan takaran tepung yang tepat, teknik menyeduh yang benar, dan kuah kinca yang legit, Anda bisa menyajikan putu mayang berkualitas pasar langsung dari dapur sendiri. Lengkapi meja kue tradisional Anda dengan sajian lain seperti serabi dan kue talam untuk pengalaman ngemil yang semakin meriah.
Jangan ragu bereksperimen dengan warna alami dan variasi tekstur sesuai selera keluarga. Untuk lebih banyak inspirasi, kunjungi panduan kami tentang makanan tradisional Indonesia dan aneka makanan enak khas Nusantara. Selamat mencoba dan menikmati kelembutan putu mayang buatan tangan Anda sendiri!



