Getuk Goreng Banyumas: Resep Renyah, Legit, dan Tidak Cepat Lembek

Dipublikasikan 2026-09-23Diperbarui 2026-09-2311 menit bacaTim Kuliner Tiap Saat
Getuk Goreng Banyumas: Resep Renyah, Legit, dan Tidak Cepat Lembek

Getuk goreng adalah camilan berbahan singkong yang diolah sampai lembut, dibumbui gula, kemudian digoreng hingga permukaannya berwarna keemasan. Hasil yang enak punya kontras tekstur: bagian luar sedikit renyah, sementara bagian dalam tetap pulen dan legit. Rahasianya bukan hanya pada adonan, tetapi juga pada pemilihan singkong, kadar air, dan suhu minyak.

Versi Banyumas sering dikenal dengan aroma gula kelapa yang kuat dan bentuk potongan yang sederhana. Resep ini dibuat untuk dapur rumahan, jadi langkahnya tidak memerlukan alat khusus. Anda bisa membentuk getuk menjadi batang, oval, atau potongan kecil agar cepat matang. Jika ingin menata camilan untuk keluarga, sajikan bersama teh hangat dan beberapa jajanan tradisional lain dari daftar makanan tradisional Indonesia.

Bahan Getuk Goreng

Untuk sekitar 20 potong kecil, siapkan 1 kilogram singkong yang sudah dikupas, 150 gram gula kelapa atau gula merah, 50 gram gula pasir bila suka rasa lebih manis, 75 gram kelapa parut setengah tua, setengah sendok teh garam, dua lembar daun pandan, dan minyak goreng secukupnya. Siapkan juga dua sampai tiga sendok makan air hanya jika adonan terasa terlalu kering setelah singkong dihaluskan.

Takaran gula dapat disesuaikan dengan karakter singkong. Singkong yang manis tidak membutuhkan banyak gula, sedangkan singkong yang cenderung tawar memerlukan gula kelapa lebih banyak. Jangan menuangkan semua air sekaligus. Adonan yang terlalu basah sulit dibentuk dan akan mudah menyerap minyak ketika digoreng.

Cara Memilih dan Mengukus Singkong

Pilih singkong yang masih terasa padat, kulitnya tidak berlendir, dan tidak mengeluarkan bau asam. Singkong yang sudah lama disimpan bisa memiliki serat keras di bagian tengah sehingga hasil getuk kurang halus. Setelah dikupas, belah singkong memanjang dan buang serat keras yang terlihat di tengah. Potongan yang ukurannya seragam akan matang bersamaan.

Kukus singkong, jangan merebusnya jika ingin adonan tidak terlalu berair. Masukkan daun pandan ke dalam kukusan untuk memberi aroma ringan. Kukus sampai garpu mudah menembus bagian paling tebal, biasanya sekitar 25 sampai 35 menit tergantung ukuran potongan. Setelah matang, haluskan ketika masih panas karena singkong yang sudah dingin lebih sulit ditumbuk.

Jangan terburu-buru menambahkan gula saat singkong masih mengeluarkan banyak uap. Uap yang terperangkap dapat membuat adonan terasa lembek. Diamkan singkong sekitar lima menit setelah diangkat, lalu tumbuk atau tekan dengan ulekan sampai serat kasarnya hilang. Tekstur yang sedikit berbutir masih enak, tetapi potongan serat panjang akan membuat getuk sulit dibentuk.

Proses melapisi potongan singkong sebelum digoreng untuk getuk goreng
Singkong perlu diproses sampai lembut dan dibentuk padat sebelum masuk ke minyak panas.

Membuat Adonan Getuk yang Legit

Lelehkan gula kelapa dengan dua sendok makan air dan daun pandan menggunakan api kecil. Saring jika ada kotoran dari gula, lalu tuang sedikit demi sedikit ke singkong yang sudah dihaluskan. Tambahkan garam dan kelapa parut, kemudian aduk sampai warna dan rasa merata. Garam tidak membuat getuk menjadi asin, tetapi membantu menguatkan rasa manis dan aroma gula kelapa.

Cicipi adonan sebelum dibentuk. Rasa manis akan terasa sedikit lebih ringan setelah adonan digoreng, jadi koreksi secara wajar. Jika adonan mudah hancur saat ditekan, tambahkan satu sendok makan air gula atau santan cair. Jika terlalu lengket, tambahkan sedikit singkong kukus yang sudah dihaluskan. Hindari menambahkan tepung terlalu banyak karena dapat membuat bagian dalam getuk terasa keras.

Untuk tekstur yang lebih halus, tumbuk adonan ketika masih hangat di atas cobek besar atau gunakan alat penumbuk. Untuk versi berserat alami, cukup aduk menggunakan spatula kuat. Keduanya bisa berhasil. Yang penting, gula sudah larut dan tidak ada gumpalan besar yang dapat meleleh keluar saat getuk masuk ke minyak.

Cara Membentuk Getuk agar Tidak Pecah

Alasi talenan dengan kertas roti atau daun pisang yang bersih. Ambil adonan secukupnya, padatkan dengan telapak tangan, lalu bentuk menjadi batang dengan diameter sekitar dua sampai tiga sentimeter. Anda juga bisa memakai cetakan kecil yang dioles tipis minyak. Tekan perlahan sampai permukaan rapat, tetapi jangan memadatkan berlebihan karena getuk bisa menjadi terlalu padat setelah dingin.

Potong batang menjadi bagian kecil menggunakan pisau yang sedikit dioles minyak. Periksa setiap sisi. Jika ada retakan, rapikan dengan jari yang dibasahi sedikit air. Setelah itu, istirahatkan potongan selama 10 sampai 15 menit agar permukaannya mengering tipis. Langkah ini membantu membentuk lapisan luar sebelum digoreng dan mengurangi risiko adonan menempel pada saringan.

Ukuran potongan sebaiknya seragam. Potongan terlalu tebal akan cepat cokelat di luar tetapi masih lembek di tengah, sedangkan potongan terlalu tipis cepat kering. Untuk suguhan keluarga, bentuk oval kecil lebih mudah dimakan. Untuk bekal, bentuk batang pendek membuat getuk lebih rapi saat dimasukkan ke wadah.

Potongan getuk berbentuk rapi siap digoreng
Bentuk potongan yang seragam membuat tingkat kematangan lebih mudah dikontrol.

Teknik Menggoreng agar Renyah

Gunakan minyak yang cukup dalam agar potongan getuk dapat terendam sebagian besar permukaannya. Panaskan dengan api sedang. Tes sederhana: masukkan serpihan adonan kecil. Jika langsung muncul gelembung stabil dan serpihan bergerak perlahan, minyak sudah siap. Minyak yang belum panas membuat getuk menyerap banyak minyak, sedangkan minyak yang terlalu panas membuat gula cepat gelap.

Masukkan getuk sedikit demi sedikit dan beri jarak antarpotongan. Jangan mengaduk pada menit pertama karena permukaannya masih rapuh. Setelah lapisan luar mulai mengeras, balik perlahan menggunakan sutil berlubang. Goreng sampai warnanya cokelat keemasan, lalu angkat dan tiriskan di rak. Rak membantu uap panas keluar sehingga bagian bawah tidak cepat lembek.

Jika menggoreng dalam beberapa batch, tunggu minyak kembali ke suhu semula. Remah gula yang terbakar perlu diangkat agar tidak menempel ke batch berikutnya. Keamanan saat menggoreng juga penting: pastikan potongan tidak mengandung air berlebih dan gunakan alat yang kering. Prinsip kebersihan, pemisahan bahan mentah, dan pemasakan aman dapat dibandingkan dengan panduan WHO tentang keamanan pangan.

Variasi Rasa dan Bentuk

Versi klasik memakai gula kelapa, kelapa parut, dan garam. Untuk aroma yang berbeda, tambahkan sedikit vanila atau kayu manis bubuk. Anda juga dapat menyisipkan potongan kecil nangka setelah adonan dingin. Jangan menggunakan isian yang terlalu basah karena cairan akan keluar ketika getuk digoreng.

Jika ingin rasa gurih, kurangi gula dan tambahkan kelapa parut sangrai. Jika ingin warna lebih cerah, gunakan gula pasir sebagian dan gula kelapa sebagian. Camilan ini dapat disajikan sebagai bagian dari meja jajanan bersama getuk tradisional, kue cubit, atau resep camilan lain di halaman menu camilan.

Untuk porsi anak, buat potongan kecil dan pastikan bagian dalam tidak terlalu panas saat disajikan. Untuk acara keluarga, bentuk getuk menjadi balok pendek lalu tata di atas daun pisang. Tampilan sederhana justru cocok dengan karakter jajanan pasar, selama potongannya rapi dan tidak berminyak.

Cara Menyimpan dan Menghangatkan

Getuk goreng paling enak dimakan setelah suhunya turun tetapi masih terasa hangat. Jika ada sisa, biarkan uap panas hilang sebelum dimasukkan ke wadah. Wadah yang tertutup ketika getuk masih panas akan memerangkap kondensasi dan membuat lapisan luar cepat lembek. Gunakan wadah yang tidak terlalu penuh agar potongan tidak saling menekan.

Untuk penyimpanan singkat, letakkan pada suhu ruang dalam wadah bersih dan konsumsi pada hari yang sama. Untuk waktu lebih lama, simpan di kulkas. Hangatkan kembali dengan oven, air fryer, atau wajan tanpa banyak minyak. Microwave dapat dipakai sebentar, tetapi teksturnya cenderung lebih lunak. Buang getuk jika muncul bau asam, rasa tengik, atau tanda perubahan yang tidak wajar.

Getuk tradisional dengan tekstur padat dan warna gula kelapa
Getuk dapat disajikan sebagai camilan sore bersama teh atau kopi tanpa gula berlebihan.

FAQ Getuk Goreng

Apa itu getuk goreng?

Getuk goreng adalah olahan singkong yang dihaluskan, diberi gula atau gula kelapa, dibentuk, lalu digoreng sampai permukaannya kecokelatan.

Kenapa getuk goreng bisa keras?

Getuk bisa keras karena singkong terlalu kering, adonan kurang lembap, atau digoreng terlalu lama pada minyak yang terlalu panas.

Bolehkah memakai singkong beku?

Boleh, tetapi cairkan dan tiriskan lebih dulu. Tekstur singkong beku bisa lebih berair sehingga jumlah santan atau air perlu disesuaikan sedikit demi sedikit.

Apa minyak terbaik untuk menggoreng getuk?

Gunakan minyak goreng baru atau minyak yang masih jernih dengan rasa netral. Minyak yang terlalu lama dipakai dapat membuat getuk cepat berbau tengik.

Bagaimana agar getuk goreng tidak menyerap banyak minyak?

Pastikan minyak sudah cukup panas sebelum memasukkan adonan, jangan memenuhi wajan, dan tiriskan getuk di rak atau kertas penyerap setelah matang.

Berapa lama getuk goreng bisa disimpan?

Paling enak dimakan pada hari yang sama. Jika tersisa, simpan dalam wadah tertutup setelah benar-benar dingin dan hangatkan kembali dengan oven atau air fryer.

Kesimpulan

Getuk goreng yang renyah di luar dan legit di dalam dimulai dari singkong yang tepat, proses kukus tanpa membuat adonan kebanyakan air, dan suhu minyak yang stabil. Kerjakan adonan saat hangat, bentuk dengan tekanan ringan, lalu goreng dalam batch kecil supaya hasilnya rata.

Untuk melanjutkan klaster sarapan dan camilan tradisional, baca juga resep lontong sayur, bubur sumsum, dan bubur ketan hitam. Ketiganya bisa menjadi inspirasi menu rumahan yang mudah disiapkan bertahap.

Tentang Penulis

Tim Kuliner Tiap Saat

Tim redaksi Kuliner Tiap Saat menulis dan mengkurasi panduan kuliner Indonesia, resep rumahan, serta rekomendasi tempat makan berdasarkan riset menu, bahan, dan kebiasaan makan lokal.

Lihat profil penulis
Tags:getuk gorengkuliner indonesiamakanan indonesia
Bagikan: