Referensi Kuliner

Glosarium Istilah Masak Indonesia

Glosarium istilah masak Indonesia ini menjelaskan teknik, proses, dan nama bumbu yang sering muncul dalam resep Nusantara. Setiap definisi dibuat ringkas, dilengkapi contoh masakan, dan ditautkan ke panduan yang relevan.

Indeks Istilah

A

Aron

Tahap memasak beras dengan air atau santan sampai cairan terserap sebelum beras dikukus hingga matang.

Contoh: Nasi uduk dan nasi kuning.

Baca cara membuat nasi uduk

B

Bacem

Teknik merebus bahan dengan gula merah, ketumbar, bawang, dan air kelapa sampai bumbu meresap, lalu bahan dapat digoreng atau dibakar.

Contoh: Tempe bacem dan tahu bacem.

Baca kuliner khas Jogja

Balado

Teknik Minangkabau yang melapisi lauk dengan tumisan cabai merah, bawang, garam, dan bahan asam sesuai resep.

Contoh: Telur balado dan dendeng balado.

Baca panduan masakan Padang

Blansir

Memasukkan bahan ke air mendidih dalam waktu singkat, lalu meniriskan atau mendinginkannya untuk menghentikan proses masak.

Contoh: Sayuran hijau dan mi segar.

Baca resep tumis kangkung

Bumbu Halus

Campuran rempah dan aromatik yang diulek atau diblender sampai halus agar rasa mudah menyebar ke seluruh masakan.

Contoh: Bumbu soto dan gulai.

Baca panduan bumbu soto

Bumbu Iris

Bumbu segar yang dipotong tipis atau kecil tanpa dihaluskan sehingga bentuk dan teksturnya masih terasa.

Contoh: Tumis kangkung dan nasi goreng.

Baca resep nasi goreng kampung

C

Cemplung

Cara memasukkan bumbu atau bahan langsung ke kuah tanpa ditumis atau dihaluskan terlebih dahulu.

Contoh: Sayur bening dan sup sederhana.

Baca panduan bumbu sop

G

Geprek

Menekan atau memukul bahan sampai pipih atau pecah agar tekstur berubah dan bumbu lebih mudah menempel.

Contoh: Ayam geprek dan bawang putih geprek.

Baca resep ayam geprek

Gongseng

Memasak bahan di wajan dengan sedikit atau tanpa minyak sambil terus diaduk sampai aroma dan warnanya berkembang.

Contoh: Kelapa gongseng untuk serundeng.

Gulai

Masakan berkuah rempah dengan santan yang dimasak perlahan sampai bumbu menyatu dan kuah mengental.

Contoh: Gulai ayam dan gulai kambing.

Baca resep gulai ayam

K

Kalio

Tahap masakan bersantan sebelum menjadi rendang, ketika kuah sudah kental dan berminyak tetapi masih cukup basah.

Contoh: Kalio daging dan kalio ayam.

Baca panduan rendang

Kalis

Kondisi adonan yang sudah menyatu, tidak mudah menempel, dan memiliki tekstur sesuai kebutuhan resep.

Contoh: Adonan donat dan kue bawang.

Baca resep donat kentang

Karamelisasi

Proses pemanasan gula sampai warna dan rasanya menjadi lebih pekat, baik dari gula tambahan maupun gula alami bahan.

Contoh: Karamel puding dan bawang kecokelatan.

Kocok Balik

Teknik mencampur adonan berbusa dengan gerakan melipat perlahan agar udara di dalam adonan tidak banyak hilang.

Contoh: Bolu kukus dan putu ayu.

Baca resep bolu pisang kukus

M

Marinasi

Merendam atau melumuri bahan dengan bumbu sebelum dimasak agar rasa meresap dan tekstur lebih sesuai.

Contoh: Ayam bakar dan ikan berbumbu.

Baca panduan bumbu ayam bakar

Menanak

Memasak beras bersama air atau santan sampai menjadi nasi dengan tingkat kematangan yang diinginkan.

Contoh: Nasi putih dan nasi uduk.

Baca resep nasi uduk

Mengempukkan

Proses membuat bahan keras menjadi lebih lunak melalui pemanasan, pemotongan, pemukulan, atau marinasi.

Contoh: Daging rawon dan ayam ungkep.

Baca cara memasak rawon

Menguleni

Mencampur dan menekan adonan dengan tangan atau alat sampai struktur dan kelembapannya merata.

Contoh: Donat, roti, dan kue bawang.

Baca resep donat kentang

O

Opor

Masakan berkuah santan dengan bumbu aromatik seperti ketumbar, kemiri, serai, dan daun salam.

Contoh: Opor ayam dan opor telur.

Baca resep opor ayam

P

Pindang

Istilah untuk teknik atau hidangan perebusan berbumbu, sering memakai asam, garam, dan rempah untuk ikan atau daging.

Contoh: Pindang ikan dan pindang patin.

Baca panduan olahan ikan

R

Rica

Bumbu pedas khas Manado yang menonjolkan cabai, bawang, dan rempah aromatik segar.

Contoh: Ayam rica-rica dan ikan rica.

Baca resep ayam rica-rica

S

Sangrai

Memanaskan bahan di wajan tanpa minyak sambil diaduk agar kadar air berkurang dan aromanya keluar.

Contoh: Kemiri, ketumbar, dan kacang.

Baca panduan bumbu pecel

Santan Pecah

Kondisi ketika lemak santan terpisah dari cairannya karena panas terlalu tinggi atau masakan kurang diaduk.

Contoh: Gulai dan opor.

Baca cara memasak gulai ayam

Serundeng

Kelapa parut berbumbu yang dimasak hingga kering dan harum, lalu dipakai sebagai lauk atau taburan.

Contoh: Serundeng daging dan ayam.

D

Didih Perlahan

Memasak cairan tepat di bawah didih kuat dengan gelembung kecil yang stabil agar bahan matang lembut.

Contoh: Kaldu, soto, dan gulai.

Baca resep soto ayam

U

Ungkep

Memasak bahan bersama bumbu dan sedikit cairan dalam wadah tertutup sampai bumbu meresap dan cairan menyusut.

Contoh: Ayam ungkep dan tahu ungkep.

Baca bumbu ayam untuk proses ungkep

Ulek

Menghaluskan bahan dengan cobek dan ulekan sehingga teksturnya dapat diatur dari kasar sampai halus.

Contoh: Sambal bawang dan bumbu pecel.

Baca resep sambal bawang matang

W

Woku

Bumbu khas Sulawesi Utara dengan cabai, kunyit, serai, daun jeruk, kemangi, dan aromatik segar lainnya.

Contoh: Ayam woku dan ikan woku.

Baca jelajahi masakan pedas Manado

Praktikkan Istilahnya di Dapur

Setelah memahami istilah dasarnya, pilih resep dan perhatikan bagaimana teknik tersebut memengaruhi tekstur, aroma, dan rasa.

Jelajahi resep masakan