Makanan Khas Palembang: 12 Kuliner Wajib Anda Coba

Dipublikasikan 2026-09-26Diperbarui 2026-09-2610 menit bacaTim Kuliner Tiap Saat
Makanan Khas Palembang: 12 Kuliner Wajib Anda Coba

Makanan khas Palembang adalah salah satu kekayaan kuliner Indonesia yang paling mudah dikenali, terutama berkat aroma ikan giling dan kuah cuko yang asam pedas menyengat. Kota Palembang di Sumatera Selatan dialiri Sungai Musi yang melimpah hasil ikannya, sehingga sebagian besar hidangannya berbahan dasar ikan air tawar seperti ikan tenggiri, gabus, dan patin. Perpaduan ikan, sagu, dan bumbu kuat membuat kuliner Palembang punya karakter rasa yang sulit ditiru daerah lain.

Selain ikan, identitas kuliner Palembang juga terbentuk dari pengaruh budaya Tionghoa, Melayu, dan Arab yang sudah berbaur sejak masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya. Pengaruh itu terlihat dari penggunaan kecap, rempah Timur Tengah, sampai teknik menggoreng dan mengukus yang khas. Hasilnya adalah daftar panjang makanan yang manis, gurih, asam, dan pedas sekaligus. Rujukan kuliner dari Indonesia Travel tentang makanan khas Palembang juga mendokumentasikan ragam hidangan ikan dan kuah tradisional dari kota ini.

Artikel ini merangkum 12 makanan khas Palembang yang benar-benar ada dan mudah ditemui, mulai dari pempek yang melegenda sampai kue tradisional untuk oleh-oleh. Kalau Anda gemar menjelajah makanan tradisional Indonesia, deretan hidangan ini wajib masuk daftar cicipan Anda berikutnya.

Sekilas Kuliner Palembang dan Dominasi Ikan

Hal pertama yang langsung terasa saat mencicipi makanan khas Palembang adalah dominasi ikan. Sungai Musi dan rawa-rawa di sekitarnya menjadi sumber ikan air tawar yang melimpah, sehingga ikan tenggiri, gabus, dan patin jadi bahan pokok hampir di setiap meja. Ikan ini biasanya digiling halus lalu dicampur tepung sagu untuk menghasilkan tekstur kenyal yang menjadi ciri khas pempek dan kerabatnya. Catatan kuliner dari Indonesia Kaya tentang model Palembang juga menegaskan penggunaan ikan tenggiri pada hidangan berkuah ini.

Elemen kedua yang tak kalah penting adalah cuko, saus berwarna cokelat pekat yang terbuat dari gula merah, cabai, bawang putih, asam jawa, dan ebi. Cuko inilah yang memberi sensasi asam, pedas, dan manis sekaligus pada banyak hidangan. Bagi lidah orang Palembang, semakin pedas dan menyengat cuko, semakin nikmat sajiannya. Karakter berani ini membuat kuliner Palembang berbeda dari makanan khas Sunda yang cenderung segar dan ringan.

Pempek, Ikon Utama Kuliner Palembang

Pempek adalah makanan khas Palembang yang paling terkenal dan menjadi wajah kuliner kota ini. Terbuat dari ikan giling dan tepung sagu, pempek disajikan dengan kuah cuko khas yang asam pedas. Teksturnya kenyal di dalam dengan permukaan yang renyah setelah digoreng, membuatnya cocok dinikmati kapan saja.

Pempek Kapal Selam

Inilah varian pempek paling populer, berisi telur ayam utuh yang dibungkus adonan ikan lalu direbus dan digoreng. Ukurannya besar dan mengenyangkan, dengan kombinasi gurih telur dan kenyal adonan yang seimbang. Banyak orang menjadikan kapal selam sebagai pintu masuk pertama mengenal pempek.

Pempek Lenjer dan Adaan

Pempek lenjer berbentuk panjang menyerupai silinder dan biasanya dipotong sebelum disajikan. Sementara pempek adaan langsung digoreng dari adonan basah sehingga teksturnya lebih lembut dan beraroma bawang. Keduanya jadi favorit karena praktis dan cocok untuk porsi berbagi.

Olahan Ikan Berkuah: Tekwan, Model, Laksan, dan Celimpungan

Selain pempek, adonan ikan dan sagu khas Palembang juga diolah menjadi beragam hidangan berkuah yang menghangatkan. Kelompok ini menunjukkan betapa kreatifnya masyarakat setempat mengolah satu bahan dasar menjadi banyak sajian berbeda.

Tekwan

Tekwan adalah sup bola-bola ikan kecil yang disajikan dengan kuah kaldu udang bening, soun, jamur kuping, dan bengkuang. Rasanya gurih segar dan sering disebut sebagai bakso khas Palembang. Untuk panduan lengkapnya, simak ulasan kami tentang tekwan yang membahas resep dan tipsnya. Deskripsi bahan dan penyajiannya juga dapat dibandingkan dengan panduan tekwan di Indonesia Travel.

Model

Model mirip dengan tekwan, tetapi berisi pempek tahu berukuran besar yang dibelah lalu disiram kuah kaldu udang. Isian tahu membuat hidangan ini lebih padat dan mengenyangkan. Taburan bawang goreng dan seledri menambah aroma sedap pada kuahnya.

Laksan dan Celimpungan

Laksan adalah potongan pempek lenjer yang disiram kuah santan kuning bercita rasa gurih dan sedikit pedas. Celimpungan serupa, hanya saja adonan ikannya dibentuk bulat pipih kecil sebelum disiram kuah santan. Keduanya populer sebagai menu sarapan yang mengenyangkan di Palembang.

Semangkuk tekwan kuah bening dengan soun dan bola ikan khas Palembang
Tekwan, model, dan laksan adalah variasi olahan ikan berkuah khas Palembang

Mie Celor dan Pindang Khas Palembang

Dua hidangan ini memperluas wawasan kita tentang betapa beragamnya makanan khas Palembang di luar keluarga pempek. Keduanya sama-sama berkuah, tetapi punya karakter rasa yang sangat berbeda.

Mie Celor

Mie celor menggunakan mie kuning tebal yang disiram kuah kental dari kaldu udang dan santan. Hidangan ini dilengkapi tauge, telur rebus, dan taburan ebi yang gurih. Teksturnya creamy dengan rasa udang yang dominan, menjadikannya pilihan sarapan favorit warga Palembang.

Pindang Patin dan Pindang Tulang

Pindang adalah sup ikan atau tulang sapi dengan kuah asam pedas yang segar. Pindang patin memakai ikan patin yang lembut, sementara pindang tulang menggunakan tulang sapi berdaging. Kuahnya yang kaya rempah dan asam dari nanas atau tomat membuatnya terasa menyegarkan. Penggemar olahan ikan tawar juga bisa membandingkannya dengan ikan pindang versi daerah lain.

Pindang tulang Palembang berkuah asam pedas disajikan dengan nasi dan sambal
Pindang tulang Palembang disajikan dengan kuah rempah, nasi, dan sambal

Martabak HAR dan Pengaruh Timur Tengah

Martabak HAR adalah bukti nyata pengaruh kuliner Timur Tengah di Palembang. Nama HAR diambil dari inisial pedagang asal India keturunan Arab yang mempopulerkannya. Martabak ini berisi telur bebek atau ayam yang dibungkus kulit tipis lalu digoreng hingga renyah keemasan.

Yang membuat martabak HAR berbeda adalah penyajiannya. Alih-alih dimakan begitu saja, martabak ini disiram kuah kari kambing atau sapi yang kental dan beraroma rempah. Sensasi gurih telur berpadu dengan kuah kari yang kaya bumbu menjadikannya hidangan yang mengenyangkan sekaligus menggugah selera. Hidangan berbumbu kuat seperti ini juga mengingatkan pada karakter makanan khas Aceh yang tebal rempah.

Kemplang, Kerupuk, dan Burgo Lakso

Makanan khas Palembang tidak melulu hidangan berat. Ada banyak camilan dan sajian ringan yang sama-sama lahir dari kreativitas mengolah ikan dan sagu, cocok untuk teman santai maupun pelengkap makan.

Kemplang dan Kerupuk

Kemplang adalah kerupuk ikan tebal yang dipanggang atau digoreng hingga renyah, biasanya dinikmati dengan sambal cuko atau sambal terasi. Selain kemplang, Palembang juga punya beragam kerupuk ikan tipis yang renyah. Camilan ini paling pas dijadikan oleh-oleh karena tahan lama dan mudah dibawa.

Burgo dan Lakso

Burgo terbuat dari lembaran tepung beras yang digulung lalu dipotong dan disiram kuah santan gurih berwarna putih. Lakso mirip dengan burgo, tetapi berbentuk mie tebal dari tepung beras dengan kuah santan kuning yang lebih kaya rempah. Keduanya umumnya disantap sebagai menu sarapan tradisional.

Kue Tradisional: Maksuba, Kue 8 Jam, dan Es Kacang Merah

Bagian manis dari kuliner Palembang juga tak kalah istimewa. Beberapa kue legendarisnya bahkan hanya muncul pada momen-momen tertentu karena proses pembuatannya yang panjang dan menggunakan banyak telur.

Kue Maksuba

Kue maksuba adalah kue lapis legit khas Palembang yang dibuat dari puluhan butir telur bebek, mentega, dan susu kental manis. Teksturnya padat, lembut, dan sangat legit, biasanya disajikan saat lebaran atau acara adat. Karena bahannya mewah, kue ini sering dianggap sebagai hidangan istimewa.

Kue 8 Jam

Sesuai namanya, kue 8 jam dikukus selama kurang lebih delapan jam hingga matang sempurna. Bahannya mirip maksuba dengan dominasi telur dan susu, tetapi proses pengukusan lama menghasilkan tekstur yang halus dan padat. Kue ini menjadi simbol kesabaran dalam tradisi kuliner Palembang.

Es Kacang Merah

Untuk penyegar, ada es kacang merah yang terdiri dari kacang merah rebus, serutan es, sirup, dan susu kental manis. Minuman manis dingin ini menjadi penutup yang menyegarkan setelah menyantap hidangan asam pedas. Sajian penutup seperti ini punya semangat yang sama dengan beragam es tradisional di makanan khas Bali.

Tabel Ringkasan Makanan Khas Palembang

Agar lebih mudah dipahami, berikut ringkasan dua belas makanan khas Palembang beserta jenis dan ciri khasnya. Tabel ini bisa jadi panduan singkat saat Anda menyusun rencana wisata kuliner ke kota tersebut.

Makanan Jenis Ciri Khas
Pempek Olahan ikan goreng Kenyal, disiram cuko asam pedas
Tekwan Sup ikan berkuah Bola ikan kecil, kaldu udang bening
Model Sup ikan berkuah Berisi pempek tahu, kuah udang
Laksan Olahan ikan bersantan Pempek disiram kuah santan kuning
Celimpungan Olahan ikan bersantan Adonan bulat pipih, kuah santan
Mie Celor Mie berkuah Mie tebal, kuah udang santan kental
Pindang Patin Sup ikan asam pedas Ikan patin, kuah asam segar
Martabak HAR Gorengan telur Disiram kuah kari kambing
Kemplang Kerupuk ikan Tebal, renyah, teman sambal cuko
Burgo dan Lakso Sarapan tepung beras Kuah santan gurih, disantap pagi
Kue Maksuba dan 8 Jam Kue tradisional Padat, legit, banyak telur bebek
Es Kacang Merah Minuman penutup Kacang merah, serutan es, susu

Oleh-Oleh Khas Palembang yang Wajib Dibawa Pulang

Tidak lengkap rasanya berkunjung ke Palembang tanpa membawa oleh-oleh untuk keluarga di rumah. Kabar baiknya, banyak makanan khas Palembang yang memang dirancang tahan lama sehingga aman dibawa perjalanan jauh.

Pempek tentu jadi buah tangan paling populer. Banyak penjual menawarkan pempek dalam kemasan vakum lengkap dengan cuko terpisah, sehingga bisa bertahan beberapa hari hingga sampai tujuan. Tinggal direbus dan digoreng kembali, pempek pun siap dinikmati seperti baru.

Untuk camilan kering, kemplang dan kerupuk ikan adalah pilihan terbaik karena sangat awet. Sementara untuk yang manis, kue maksuba dan kue 8 jam sering dijadikan oleh-oleh istimewa meski harganya relatif tinggi karena banyaknya telur yang dipakai. Kalau Anda suka berburu jajanan daerah, jelajahi juga ragam makanan tradisional lain dan inspirasi makanan enak dari berbagai penjuru Nusantara.

Pempek kemasan vakum dan kemplang sebagai oleh-oleh khas Palembang
Pempek vakum dan kemplang adalah oleh-oleh khas Palembang yang tahan lama

Pertanyaan Umum Seputar Makanan Khas Palembang

Apa makanan khas Palembang yang paling terkenal?

Pempek adalah makanan khas Palembang yang paling terkenal dan menjadi ikon kota ini. Terbuat dari ikan giling dan sagu, pempek disajikan dengan kuah cuko yang asam pedas. Varian paling populer adalah pempek kapal selam yang berisi telur utuh.

Apa itu cuko pada makanan Palembang?

Cuko adalah saus cokelat pekat berbahan gula merah, cabai, bawang putih, asam jawa, dan ebi. Saus ini memberi rasa asam, pedas, dan manis sekaligus, dan menjadi pelengkap wajib untuk pempek serta beberapa hidangan lain.

Apa perbedaan tekwan dan model?

Tekwan berisi bola-bola ikan kecil dengan kuah kaldu udang bening, mirip bakso ikan. Model berisi pempek tahu berukuran besar yang dibelah lalu disiram kuah udang, sehingga lebih padat dan mengenyangkan dibanding tekwan.

Apa oleh-oleh khas Palembang yang tahan lama?

Kemplang dan kerupuk ikan adalah oleh-oleh kering yang sangat awet. Pempek juga bisa dibawa dalam kemasan vakum dengan cuko terpisah. Untuk yang manis, kue maksuba dan kue 8 jam sering dijadikan buah tangan istimewa.

Apa itu martabak HAR?

Martabak HAR adalah martabak telur khas Palembang dengan pengaruh Timur Tengah. Berbeda dari martabak biasa, hidangan ini disiram kuah kari kambing atau sapi yang kental dan kaya rempah, sehingga terasa gurih dan mengenyangkan.

Kenapa banyak makanan Palembang berbahan ikan?

Palembang dialiri Sungai Musi dan dikelilingi rawa yang kaya ikan air tawar seperti tenggiri, gabus, dan patin. Melimpahnya hasil ikan membuat masyarakat mengembangkan banyak olahan, dari pempek dan tekwan hingga pindang.

Apa itu kue 8 jam khas Palembang?

Kue 8 jam adalah kue tradisional yang dikukus selama kurang lebih delapan jam hingga matang sempurna. Bahannya didominasi telur dan susu, menghasilkan tekstur padat dan legit. Kue ini biasa muncul saat lebaran dan acara adat.

Makanan khas Palembang menawarkan pengalaman rasa yang lengkap, dari asam pedas cuko, gurihnya kuah udang, sampai legitnya kue tradisional. Dominasi ikan dan sagu menjadikan kuliner kota ini punya identitas yang kuat dan sulit ditemukan di tempat lain. Setiap hidangan punya cerita dan teknik pembuatan yang menarik untuk ditelusuri.

Kalau Anda berencana berwisata kuliner, jadikan daftar ini sebagai panduan agar tidak ada hidangan penting yang terlewat. Untuk inspirasi cita rasa daerah lainnya, sempatkan juga membaca ulasan kami tentang makanan khas Surabaya, makanan khas Lampung, dan kuliner Bandung yang sama-sama kaya rasa. Selamat menjelajah kelezatan Nusantara!

Tentang Penulis

Tim Kuliner Tiap Saat

Tim redaksi Kuliner Tiap Saat menulis dan mengkurasi panduan kuliner Indonesia, resep rumahan, serta rekomendasi tempat makan berdasarkan riset menu, bahan, dan kebiasaan makan lokal.

Lihat profil penulis
Tags:makanan khas palembangkuliner indonesiamakanan indonesia
Bagikan: